Peluang dan Perencanaan adalah dua hal yang
saling berkaitan. Ketika satu peluang muncul, hal selanjutnya yang harus
dilakukan adalah melakukan perencanaan. Perencanaan merupakan hal yang paling
mendasar dalam membangun sebuah bisnis.
Setiap peluang tentu saja memiliki
risikonya sendiri. Kedua hal tersebut bagaikan dua sisi dalam mata uang. Tentu saja
hal yang sama bisa Anda lakukan adalah meminimalkan risiko untuk bisa
memaksimalkan peluang.
1. Ciri-ciri peluang usaha yang baik.
a. Peluang itu orisinil dan tidak meniru
Maksud dari
orisinil adalah peluang tersebut memang berasal dari pemikiran dan perhtungan
anda sendiri, bukan hasil nekat akibat meniru peluang usaha orang lain.
b. Peluang itu harus dapat mengantisipasi perubahan,
persaingan, dan kebutuhan pasar dimasa yang akan datang
Setiap peluang
harus memiliki ketahanan akan perubahan zaman dan tidak terpaku pada satu tren
semata. Agar pembeli tidak memandang produk yang kita jual adalah produk yang
hanya semusim saja atau terjual sebentar saja.
c. Benar-benar sesuai dengan keinginan agar
peluang bisa bertahan lama
Usaha yang
sesuai dengan keinginan anda tentu akan dilaksanakan dengan senang hati. Lain
halnya dengan usaha yang tidak sesuaii dengan keinginan anda. Selain adanya
celah dalam pengetahuan, usaha yang tidak anda inginkan akan dikerjakan dengan
setengah hati.
d. Tingkat visibilitas (kelayakan usaha)
benar-benar teruji untuk dilakukan riset dan trial
Bersifat ide
kreatif dan inovatif bukan tiruan orang lain. Usaha yang dilakukan benar-benar
bisa menawarkan keuntungan, sesuai dengan kebutuhan pasar dan sudah teruji
aspek ketahanannya.
e. Adanya keyakinan untuk mewujudkannya
Setiap usaha
harus dilandasi dengan keayakinan karena masa depan akan selalu berubah-ubah. Tanpa
adanya keyakinan, anda tidak akan mampu menghadapi perubahan.
f. Ada rasa senang dalam menjalankannya
Semua usaha
akan sia-sia apabila anda hanya setengah hati dalam melakukannya. Anda akan
selalu bersemangat dalam mengembangkan usaha jika melakukannya dengan senang
hati.
2. Risiko Usaha
Risiko usaha
merupakan informasi, kejadian, kerugian, atau pekerjaan yang terjadi sebagai
akibat dari keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari. Risiko dapat
bersifat pasti maupun tidak pasti. Kunci untuk mengetahui seberapa besar risiko
yang akan dihadapi adalah seberapa sempurna Anda mendapatkan informasi. Semakin
sempurna anda dalam mendapatkan informasi maka semakin risiko yang didapat akan
semakin akurat dan meminimalisisir juga akan menciptakan apa yang kurang dan
solusi yang dibutuhkannya.
Risiko dan peluang
dalam pasar selalu beriringan. Dan seorang wirausaha harus jeli dalam melihat
peluang yang berbanding dengan resiko yang didapat.
Risiko Terbagi menjadi 6 :
a.
Risiko Teknis (Kerugian)
1. Biaya produksi yang besar.
2. Risiko pemogokan karyawan karena
kesejahteraan yang kurang diperhatikan.
3. Pemakaian sumber daya yang tidak seimbang
karena terlalu banyaknya tenaga kerja.
4. Terjadi kecelakaan kerja karena keteledoran
pekerjanya maupun kurang terpenuhinya fasilitas.
5. Adanya penipuan atau pencurian karena
pengawasan yang minim.
6. Kenaikan bahan produk akan tetapi harga
produk tidak mngalami peningkatan.
7. Tenaga kerja yang kurang tepat karenanya
menurunya produktivitas.
8. Desain perencanaan yang salah dari awal
yang menjadikan gagal nya atau berubahnya tujuan awal yang direncanakan.
9. Menurunya kepercayaan kepada investor
karena penanganan yang salah atau karena masalah keuangan.
Resiko ini dapat diatasi
dengan:
1. Manajer atau wirausaha harus mengerti
dengan hal-hal berikut :
a. Ketrampilan teknis (technological skills), terutama yang erkaitan dengan proses
produksi agar produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan yang diingiinkan dan
terwujudnya efisien-nya bahan, waktu, dan keuangan.
b.
Kemampuan
mengorganisasi ( organization skill),
yaitu kemempuan untuk meramu, menyusun, menciptakan yang sesuai dengan modal.
c.
Kemampuan
memimpin (managerial skill), yaitu
kemampuan untukn mencapai tujuan dengan baik dibawah arahan dan pimpinan yang
ia lakukan juga membuat konsep kerja apa yang akan digunakan pada proyek yang
akan dikerjakan.
2.
Membuat
strategi yang terarah untuk masa depan yakni
Strategi yang dimaksud disini adalah
perencanaan yang meliputi aspek-aspek tertentu untuk strategi di bidang :
strategi produksi, strategi keuangan, strategi operasional, strategi pemasaran,
strategi sumber daya manusia, dan strategi penelitian dan pem=ngembangan tujuan
dan pekembangan.
b. Resiko
Pasar
Resiko ini terjadi apabila produ yang kita
tidak terlalu laku atau bahkan tak laku di pasar. Karena produk yang menjadi
kuno (absolensence) akibat penerimaan
(revenue) yang menurun dan terjadi
kerugian bahkan dampak terjauh yang tak diinginkan adalah sampai gulung
tikarnya perusahaan tersebut. Jadi dalam menjadi wirausaha kita harus tetap
menjaga kestabilan penjualan dan terus berkembang agar tidak ada kesalahan yang
terjadi sampai fatal.
Risiko
yang harus ditanggung pebisnis di era sekarang ini yaitu :
1)
Adanya
perkembangan teknologi yang memaksa semua berbau teknologi.
2)
Adanya
tindakan atau peraturan baru yang berwajib; dan.
3)
Adanya
hubungan internal yang memaksa terjadinya pencurian, kecelakaan, dan konflik
dalam perusahaan.
Cara
antisipasi risiko yakni :
1)
Mengadakan
inovasi (product innovation) yaitu
membuat desin produk yang diinginkan dan disenangi oleh pembeli.
2)
Mengadakan
penelitian pasar (market research)
untuk memperoleh apa yang lebih dibutuhkan dan diinginkan oleh pembeli secara
mendalam kita dapat kita wujudkan.
c. Risiko
Kredit
Resiko ini dialami ileh kreditur (pelaku kredit) yang melakukan
penunggakan atau pembayaran yang tidak tepat pada waktu yangsudah sudah
disetujui. Sering terjadi produsen menaruh barang terlebih dahulu dan mendapat
bayaran, kemudian debitur meminjam uang untuk memulai usaha, tetapi usahanya
gagal maka cara yang dapat ditempuh yaitu :
1)
Jangan
sembarangan memberikan kredit kepada sembarang orang kita juga harus
mempertimbangan terlebih dahulu orang yang meminjam tersebut bagaimana dan
dengan kondisi seperti agar kredit ini
tepat pada orang yang benar (bonafide)
dengan syarat :
a)
Dapat
dipercaya, prilaku dan wataknya sudah diketahui.
b)
Kemampuan
untuk membayar, dilihat dari hasil perkembangan dan pendapatan dari usahanya.
c)
Kemampuan
modal sendiri, jadi tanpa memikirkan usahanya kita juga dapat tahu modal dia
dalam merintis usahanya.
d)
Keadaan
usahanya saat ini, apakah mengalami peningkatan, tetap, atau justru penururnan.
2)
Jangan
memberikan jumlah yang lebih besar dari yang dapat ditanggung oleh kreditur.
3)
Memperhatikan
pengelolaan dana yang kita beri apakah dikelola dengan cara yang benar dan
sesuai denga perjanjian atau justru disalahgunakan olehnya.
d. Risiko
di Luar Kemampuan Manusia (Force Major)
Risiko ini terjadi di luar keinginan
manusia seperti bencana alam, gempa bumi, tanah longsor, tsunami, dan
kebanjiran. Karena sangat kecilnya kemungkinan hal ini terjadi maka kita dapat
memanfaatkan jasa asuransi.
e.
Risiko Riil
Risiko
riil ini adalah risiko yang terlihat, dapat dihitung, bisa dihindari dan
diantisipasi. Contoh :
1)
Kehilangan
modal
2)
Kehilangan
kesempatan
3)
Kehilangan
mata pencaharian
4)
Kehilangan
kendali atas kekuasaan yang selama ini dimiliki karena adanya pengalihan gaya
bisnis keluarga menjadi gaya bisnis professional
f.
Risiko Psikologis
Risiko
psikologis ini merupakan risiko yang tidak terlihat, tidak terhitung, tidak
terhitung, dan belum tentu bisa dihindarkan. Contoh :
1)
Kehilangan
reputasi (hilang muka, nama besar, citra) dan risiko menanggung malu
2)
Kehilangan
kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain sehingga menimbulkan sikap
paranoid
3)
Kehilangan
perasaan yang akan menyebabkan kehilangan kepercayaan diri pada penderitanya
4)
Kehilangan
jati diri
5)
Kehilangan
motivasi
Semoga dapat
bermanfaat maaf jika kurang membantu silahkan komentar tentang saya dan
terimakasih telah berkunjung
